Tashima Siap Menantang Infantino di FIFA 2027
Kozo Tashima resmi menyatakan akan maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Langkah itu membuat persaingan menuju kursi tertinggi sepak bola dunia...
Kozo Tashima resmi menyatakan akan maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Langkah itu membuat persaingan menuju kursi tertinggi sepak bola dunia mulai terbentuk, dengan Gianni Infantino disebut akan berupaya mempertahankan jabatannya pada ajang yang sama.
Tashima bukan sosok asing di lingkungan sepak bola Jepang. Ia saat ini berstatus Presiden kehormatan JFA, dan sebelumnya pernah memimpin federasi tersebut dalam periode 2016-2024. Dengan rekam jejak itu, pencalonannya langsung menarik perhatian karena datang dari figur yang memiliki pengalaman panjang di level organisasi sepak bola nasional.
Dukungan untuk Tashima juga datang dari JFA. Sokongan tersebut menjadi modal awal bagi mantan Presiden JFA itu untuk menapaki proses pencalonan yang tidak sederhana. Dalam persaingan pemilihan Presiden FIFA, dukungan federasi anggota menjadi syarat yang harus dipenuhi setiap kandidat sebelum bisa melangkah lebih jauh.
Jadi penantang kedua setelah Ramon Vega
Tashima tercatat sebagai kandidat kedua yang menyatakan niat menantang Infantino. Sebelumnya, Ramon Vega lebih dulu mengonfirmasi keinginannya untuk ikut bersaing dalam pemilihan tersebut. Kehadiran dua nama ini menandakan bahwa kontestasi menuju kursi Presiden FIFA mulai mendapat bentuk, meski daftar final calon masih belum tertutup.
Menurut Tashima, pencalonannya didorong oleh keinginan membawa nilai integritas, kejujuran, dan standar moral sepak bola Jepang ke panggung dunia. Pernyataan itu menunjukkan arah kampanye yang ingin ia tawarkan, yakni menjadikan pengalaman dan nilai dari sepak bola Jepang sebagai dasar kontribusi yang lebih luas untuk dunia sepak bola internasional.
Di sisi lain, Tsuneyasu Miyamoto menilai pencalonan Tashima sebagai tantangan besar yang bisa memberi kontribusi bagi kemajuan sepak bola dunia. Dukungan semacam ini menambah bobot politik pencalonan Tashima di tengah proses yang masih berjalan dan akan terus berkembang menjelang batas akhir pendaftaran.
Batas pencalonan semakin dekat
Batas akhir pencalonan Presiden FIFA ditetapkan pada 18 November 2026. Artinya, para calon masih memiliki waktu terbatas untuk memastikan seluruh syarat administratif dan dukungan yang dibutuhkan. Setiap kandidat wajib mengantongi dukungan dari minimal lima asosiasi anggota FIFA agar bisa masuk ke tahap berikutnya.
Pemilihan Presiden FIFA sendiri dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Dalam pemungutan suara itu, sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA memiliki hak suara, sehingga hasil akhirnya akan sangat ditentukan oleh dukungan dari berbagai federasi di seluruh dunia.
Dengan masuknya Tashima ke dalam daftar penantang, dinamika menuju pemilihan mulai terasa lebih hidup. Perkembangan lanjutan soal pencalonan, persyaratan dukungan, dan persaingan menuju Rabat akan menjadi perhatian utama dalam beberapa pekan ke depan. Pantau terus kabar bola terbaru di Score808.
Diolah dari pemberitaan detikSport dan VIVA.